Terlalu banyak manusia bermuka dua. Bahkan tidak hanya dua...
tiga,
empat,
sampai lima pun ada.
Atau mungkin lebih.
Di setiap berpindah wilayah, mereka berubah wajah. Di setiap berganti kawan, topeng mereka ikut berganti pula.
Ketika kalian mengetahui yang sebenarnya, kalian murka dan tidak dapat menerima. Kalian menghina mereka.
Ya, tentu saja mereka salah, bagaimana tidak? Mereka telah berdusta.
Tapi coba kalian lihat jendela memori diri kalian masing - masing. Tidakkah kalian pernah melakukan hal yang sama? Kalian melakukan itu untuk apa? Untuk melindungi diri sendiri bukan?
Sama dengan kalian, mereka juga ingin melindungi diri mereka sendiri. Mereka, kalian, kita, sama - sama lelah dengan semua yang ada.
Kita ingin semua tampak nyata, tidak ada yang disembunyikan. Tapi faktanya? Kita sendiri selalu menyimpan bayangan semu.
Terkadang kita ingin bebas, tapi apa daya? Kenyataan selalu saja memiliki cara untuk menghancurkan khayalan yang ada.
Kita ingin berhati mulia, tapi alam sendiri yang tidak mendukung. Alam memberi banyak rintangan, alam mengirim ribuan jiwa untuk mengjatuhkan kita.
Sungguh tidak adil. Sangat tidak adil. Akhirnya tetap saja semua bergantung pada diri kita masing - masing. Bagaimana kita mau menyikapi semua yang ada? Bagaimana caranya kita membahagiakan sesama tanpa mengurung derita dalam hati kita?
Bagaimana cara kita menjadi nyata dalam realita?
Ya beginilah...
Siap / tidak siap,
Selamat datang dalam realita.
Dunia kita yang sebenarnya.
Minggu, 20 Juli 2014
Jendela Dunia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar