Senin, 31 Maret 2014

I'm Turning 14!

Diposting oleh mareekaYL di 10.20
Hai my blogreaders!
Hari ini hari ulang tahun aku loh ;B
Yap, sekarang aku udah resmi 14 tahun! Banyak banget wishes yang aku dapet dari keluarga, relasi, sahabat, teman, dan yang terutama dari dia, dia yang.... Ah lupakan:') Lanjut deh lanjut, aku pengen ajak kalian flashback sebentar nih mengenang cerita nano - nano aku di umur 13. Kenapa nano - nano? Karena cerita aku punya banyak rasa, dari yang manis asem bahkan pahit:")
Kalian kebayang gak sih, secara mendadak kamu jadi aktif banget di berbagai kegiatan, dan dilibatkan dalam berbagai perlombaan oleh pihak sekolah? Itulah salah satu pengalaman yang aku alami di umur yang ke - 13. Entah mengapa aku bisa ikut di beberapa perlombaan sains sebagai perwakilan sekolah dalam bidang biologi, padahal kalau diperhatikan, nilai biologi aku juga ga sesempurna itu, dibilang pintar banget biologi juga enggak. Pelajaran favorite? Hmm no to the no no no! But tbh, aku cukup bangga sih sama diri aku hahaha. Dari semua perwakilan perlombaan sains dari berbagai bidangnya masing - masing (matematika, fisika, biologi), cuma aku the one and only yang dipilih tanpa pernah mengikuti seleksi tingkat sekolah, test, atau semacamnya. Sebenernya ada dua kemungkinan sih, antara emang dirasa bahwa aku berkompeten, atau dipilih langsung karena kepaksa, alias kepepet ga ada waktu nyari yang lain, yaudah asal pilih muridberbagai, dan kebetulan yang dipilih aku, kebetulan</3. DAAN KALIAN MAU TAU GAK HASIL YANG AKU DAPAT DARI PERLOMBAAN PERLOMBAAN SAINS YANG AKU IKUTI? IYAAA BENEER, AKU DAPAT PENGALAMAN BERHARGA! Pengalaman sadjhah sudah cukup membuatku bangga^.^ (alesan soalnya ga pernah menang sekalipun.)
Nah kalo untuk kegiatan organisasi, di umur aku yang ke-13, aku mendapatkan kesempatan emas untuk menjadi ketua OSIS di sekolah. Bangga? iyalah, pasti. Stress, depresi? Kalo sampe aku jawab "gak pernah", itu bohong maksimal braay:'))) capek fisik, capek ati, capek pikiran, itu udah semacam kebiasaan sehari - hari semenjak masuk ke dunia OSIS. Terus, itu berarti aku ga suka jadi OSiS? Oh no no no, ure totally wrong!;p Aku suka bangeet bisa masuk ke dalam organisasi ini, pengalamannya itu loh, berharga sekali. Kamu ga akan tau gimana suka dukanya buat suatu event, gimana caranya selalu tegar dalam menghadapi segala rintangan terutama tindasan, ga akan ngerasain capek caoek bahagia yang sesungguhnya bersama teman - teman di masa SMP, dan yang pasti, kamu ga bakal ngerasain berkembangnya jiwa leadership yang kamu punya setelah masuk di dalam organisasi OSIS, (kalo kamu ga pernah coba buat masuk organisasi, ya salah satunya OSIS ini). Tapi aku merasa bahwa semua anggota kepengurusan OSIS di sekolah, udah kaya keluarga aku sendiri. Mereka unyu - unyu dengan segala perbedaan yang ada. Dengan keberadaan mereka, aku jadi bisa lebih mengenal serta mempelajari kepribadian dan karakter orang - orang di sekitar, bisa lebih mengerti cara berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik, bisa membagi waktu dan menempatkan diri: di mana saat sosok pemimpin dalam diriku harus keluar untuk memimpin dengan tegas serta bijaksana, dan di mana aku harus menjadi "aku" yang sebenernya dengan penuh canda dan tawa berbagi keceriaan dengan mereka. Pokoknya gitu deh, asik, penuh warna xx
Cukuplah, skip! Pokoknya sekarang Mareeka sudah 14 tahun. Semoga di umur yang ke - 14 ini, aku bisa jadi pribadi yang lebih hebat lagi, bisa jadi panutan bagi teman - teman & relasi lainnya, lebih rajin dan ga suka males malesan apalagi nunda ngerjain PR :B, mata hati pikiran tangan bisa menghasilkan karya - karya yang luar biasa;), lebih kreatif dan inovatif, lebih rajin berdoa, dan yang pasti bikin orang tua bangga!<3
Gimanapun I'm still the same MYL, selalu berambisi untuk jadi yang terbaik. Termasuk di usia ku yang ke - 14 ini, aku pasti bisa kerja lebih keras lagi! pasti bisa kejar semua cita - cita aku! pasti bisa jadi yang terbaik! Tentunya, dengan dukungan kalian semua my blog-readers! xoxo
Much love,
MYL.

0 komentar:

Posting Komentar

 

MYL Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos